mentari kan kembali

Pagi hening, surya berkejaran awan
Pagi embun, tersibak desau angin
memancang siang panas membakar
Merendah ia diufuk barat
Tenggelam, dalam peraduan
Menunggu esok pagi yang pasti kembali.

-A.S.-

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

mencari

Rembulan dan mentari menari beriring sisi.
Semburat jingga mengiring pergantian hari.
Datang dan pergi silih berganti.
Hingga datang sang penghujung hati.

-adisunata-

Posted in Uncategorized | Leave a comment

semua

Tetesan air hujan malam
Meretas kering dahaga alam
Basahi hati dengan mimpi
Yang saat fajar sontak terhenti

Selayang pandang seulas senyum
Sekelebat bayang semerbak wangi
Marakkan malam ini
Dengan segala mimpi

-adisunata-

Posted in Uncategorized | Leave a comment

malam cinta

Malam,
Bersaput kabut dingin putih
Memeluk jiwa yang ringkih
Mendamba kasih

Malam,
Diterangi rembulan menjelang purnama
Bersinar menjaga jiwa
Jiwa yang fana

Malam,
Disulam dengan sepi yang menggoda
Untuk bersamamu dinda
Memadu cinta

Sampai pagi tiba.

-adisunata-

Posted in Sajak | Tagged | Leave a comment

Night

Sleep dear sleep/ the nite hath come to right/ sleep dear sleep/ tomorrow will be alright.

-AS-

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Froze

It’s your eyes I can not bear;
Slip through to my heart and froze it right there;
Oh beauty of the lights;
Smile you;
And smile the universe;
While me froze here still.

-AS-

Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

Thank You

Thank You
I lived so far
Thank You
I found You near

-AS-

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Matahari

Kaulah Matahariku,
Yang bersinar selalu,
Kaulah matahariku,
Yang terbit di fajar ungu,

Kaulah matahari,
Yang bersinar tanpa henti,
Dibalik awan di atas hujan,
Penuhi hati dengan harapan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Masih III

Rinduku masih,
cemburuku masih,
sayangku masih,
cintaku masih,

milikmu.

Posted in Sajak | Leave a comment

hujan II

Hujan.
Datang kembali.
Tetesan pertama yang mencumbui bumi.

Hujan.
Datang kembali.
Dengan dingin dan ingatan seribu memori.

Rintik pertamanya.
Bagai saat kita bertemu.
Menyejukkan dan membasahi
sepotong es ditengah kalahari.

Janjimu di masa itu.
Padamkan api hangatkan malam.
Menjinakkan jiwa yang garang.
Membuatku tahu arti kata pulang.

Kau, adalah tujuanku.
Kau, adalah pujaanku.
Mengapa kini kau bersembunyi?
Menghindari kenyataan yang pasti.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment